Artikel

DISNAKBUN BANJAR GENCAR PERANGI PENYAKIT ZOONOSIS (AI & RABIES)

Penulis :  Muhammad Nuruddin, S.Pt

 Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupeten Banjar mengoptimalisasikan sosialisasi ancaman penyakit AI / flu burung. Pasalnya, wilayah Tatah Makmur merupakan daerah endemis penyebaran Avian Influenza (AI). Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar Ir. H. Dondit Bekti A selalu menegaskan untuk cepat dan tepat dalam menangulangi wabah flu burung.

Tim dari Dinas Peternakan dan Perkebunan yang komandani oleh Hj. Fatonah, S.Pt selaku Kepala Seksi Kesehatan Hewan bersama JF Medik Veteriner dan JF Penyuluh melaksanakan kegiatan sosialisasi AI, Rebies dan Desinfeksi kandang dengan penyerahan slot88 Desinfektan kepada para peternak Pemangkiih Darat.

Dalam sosialisasi tersebut drh. Asep  memaparkan secara rinci tentang penyakit Flu Burung (Avian Influenza) yang merupakan salah satu penyakit menular baik pada ternak maupun manusia (zoonosis) yang berasal dari unggas yang disebabkan oleh virus influenza dan mempunyai dampak sangat fatal. Hampir semua unggas peka terhadap virus flu burung, misalnya ayam, kalkun, burung puyuh, ituk, angsa maupun unggas yang masih liar seperti burung kakatua, burung gereja dll. Tingkat kematian akibat virus ini bisa mencapai 100% terutama pada ayam petelur bahkan juga ternak babi. Beberapa faktor penting yang disampaikan dalam sisialisasi tersebut adalah sifat virus, gejala penyakit, cara penularan, faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit, cara penularan pada manusia, cara pencegahan, strategi penanggulangan, beberapa penyakit yang mirip dan asfek kesehatan.

Pada kegiatan tersebut juga disampaikan   agar   mewaspadai   penyakit Rabies oleh M. Nuruddin, S.Pt. Para peternak desa Pemangkiih Darat dengan antusias mengikuti pemaparan materi penyakit Rabies tersebut sebagai berikut. Penyakit Rabies atau umumnya dikenal sebagai penyakit anjing gila adalah penyakit serius yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini digolongkan sebagai penyakitmematikan yang harus ditangani dengan cepat. Rabies bersifat zoonosis yang artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia.Rabies
hampir selalu fatal jika profilaksis pasca pajanan tidak diberikan sebelum timbulnya gejala parah. Semua hewan yang berdarah panas seperti  anjing, kucing, kelelawar, kera, musang dll.Gejala hewan yang tertular rabies (Rabies ganas dan rabies tenang), gejala rabies pada manusia, cara penularan rabies, penanganan hewan tersangka rabies, penanganan gigitan dan upaya pencegahan.

Menurut Lamina Pambakal Pemangkih Darat pemeliharaan ternak itik sangat membantu perekonomian masyarakat di desanya, beliau selalu memotifasi masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani, menurut Lamina permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam pengembangan ternak itik adalah masalah permodadalan.

Penyuluh Pemangkih Darat Nita Setyarini, S.Pt melakukan pembinaan secara berkala, Nita selalu menekankan pada manajemen pemeliharaan dan pencegahan penyakit kepada peternak yang tergabung dalam kelompok tani “Makmur”. Peternak dihimbau agar dalam pencegahan penyakit tidak hanya menunggu gerakan dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Banjar,  namun harus selalu melakukan pencegahan penyakit secara kuntinyu.

Peternak Pemangkih Darat sangat antusias dalam pemeliharaan ternak itik, bahkan sudah mampu menganalisa usahanya, seperti diungkapkan Saripudin salah satu peternak yang sudah lama  memelihara ternak itik petelur.(MN)

Related posts

PENYADAPAN DAN PENGOLAHAN GULA AREN

admin

DISNAKBUN MEMBUKA POSKO PENGINAPAN GRATIS DI HAULAN ABAH GURU SEKUMPUL YANG KE – 15

admin

DISNAKBUN SIAPKAN 1,4 TON TELUR AYAM UNTUK DIBAGIKAN KEPADA MASYARAKAT YANG TERDAMPAK COVID-19

admin