Artikel

Cara Memilih Klon Karet Yang Bermutu Untuk Meningkatkan Bokar

Oleh :
Haizar Rachman
Koordinator Penyuluh Perkebunan
Pada Dinas Peternakan dan Perkebunan
Kabupaten Banjar

BOKAR (Bahan Olah Karet),

Berpengaruhkah Klon karet terhadap peningkatan mutu bokar sekarang dengan perkembangan budidaya tanaman karet dimasa akan datang?

Jawaban nya “Iya”, sangat berpengaruh hal ini memicu mengenai nilai jual yang akan semakin menyusut dan akan mengurangi minat para petani karet. Permintaan yang semakin meningkat bukan malah menjadikan para petani menjadi bangga dan senang akan budidaya tanaman karet. Hal tersebut jelas dikarenakan permintaan pasar yang semakin meningkat akan tetapi para peteani tidak siap untuk mencukupi kebutuhan para konsumen dalam hal ini konsumen berupa pengusaha slot88 industri besar. Sementara itu keperluan dalam negeri pun belum tercukupi.

Efek negatif dari bokar bermutu rendah antara lain :

  • Penerimaan nilai tambah yang tidak merata
  • Beban biaya (cost of production) bagi semua pihak terkait semakin bertambah
  • Lingkungan hidup akibat limbah proses pembersihan akan tercemar
  • Citra perkaretan nasional akan menurun

Sebuah prospek yang sangat menjanjikan didepan mata kita semua, perkembangan perkebunan karet rakyat seperti kurang bisa berkembang di negeri sendiri. Sudah saat nya semua mulai saling bersama melangkah menyambut kesuksesan di masa akan datang memperbaiki mutu bokar menjadi tujuan bersama.

Bersamaan hal tersebut di Kabupaten banjar memulai dengan saling bekerjasama melalui BAPPEDA yang selalu memfasilitasi para instansi terkait seperti , Dinas Peternakan dan  Perkebunan , Dinas Perindustrian Dan Perdagangan dan instansi lainnya saling mendukung kegiatan program Pembangunan Ekonomi Lokal Daerah (PELD).

Sebagai aparat yang sangat dekat dengan petani, penyuluh pertanian Kabupaten (KJF), sering kali menginformasikan kepada para penyuluh lapangan guna bekerjasama membimbing secara teknis yang kemudian memberikan arahkan sesuai harapan pemerintah daerah meningkatkan mutu bokar dikalangan petani melalui kelompok tani yang ada ditiap desa dengan potensi.

Peningkatan mutu bokar secara umum meliputi kesamaan  menganai tenik budidaya dari pemilihan klon yang tepat seperti PB260, PB 330 GT1, AVROS 233 DS.253, persiapan tanam, penanaman, pemeliharaan, penyadapan, pengolahan hasil, pemasaran.

Kondisi mutu BOKAR rakyat saat ini secara umum masih sangat terbatas jumlahnya yang mengikuti standar yang dipersyaratkan SNI 06-2047-2002. Diharaplan PERMENTAN No. 38 tahun 2008 dan PERMENDAG No. 53 tahun 2009 tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Komoditi Ekspor SIR yang diperdagangkan dapat diimplementasikan oleh semua stakeholder sehingga mutu BOKAR dapat memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.

Sebagai petugas yang berinteraksi langsung dengan petani, sering kali dihadapkan atas beberapa permasalahan baik secara teknis dan juga secara keaadan sosial di desa. Permasalahan sosial yang dhadapi diantaranya masih minimnya kepedulian para petani untuk bisa menerima inovasi sesuai perkembangan informasi secara global mengenai arti sebuah proses yang nantinya bisa menuju harapan bersama. Karena sudah terbiasa akan hal yang “instant” para petani merasa dimanjakan oleh kondisi tersebut makauntuk mengubah kebiasaan menjadi tantangan kita semua mengingatkan dengan melakukan bimbingan secara bertahap.

Didasari kebiasaan tersebut maka secara teknis pun menjadi saling keterkaitan, penggunaan pembeku lateks yang bukan anjuran masih sering ditemui di lapangan. Ada dua yang sering ditemui dilapangan penggunaan bahan pembeku seperti tawas dan pupuk SP36 mengakibatkan hasil pengujian di laboratorium menunjukan kadar abu yang tinggi.

Mekanisme Menghasilkan Bokar Bersih Melalui UPPB

Sementara untuk pemahaman para petani untuk kembali menggunakan bahan pembeku asam semut (cuka getah) dan deorup (asap cair) didasarkan atas keterbatasan modal sementara harga jual yang sekarang masih dianggap murah, hal tersebut menjadi moment untuk melakukan pendekatan bagi petani agar giat melakukan secara bersama-sama mengutamakan mutu bokar dengan penggunaan bahan pembeku anjuran (asam semut).

“Walau perlu waktu lama namun patut dicoba dan dilakukan terus menerus”, kalimat tersebut selalu terdengar bagi setiap petugas lapangan. Sebuah prinsip yang berawal dari petugas penyuluhan menjadi dasar untuk bisa menularkan semua pengetahuan yang ada guna membangkitan kembali kejayaan dimasa lalu yang terkenal akan unggulnya komoditas karet di Kabupaten Banjar.

Bukan hal yang mustahil untuk bisa mencapai tujuan perkebunan karet di kabupaten banjar kembali unggul. Seiring dengan harapan tersebut langkah yang awal melakukan pelatihan-pelatihan didesa yang memiliki potensi perkebunan karet,  pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang terdiri atas Regu Peduli Bidang Sadap Karet (RPBSK).

Peranan dari RBPSK hampir sama seperti kelompok tani pada umumnya, yang membedakan kelompok ini ialah menyatukan para petani, pelaku, pengusaha khusus dibidang tanaman karet, kemudian bisa merundingkan setiap permasalahan yang dihadapi baik secara individu atau kelompok. Selain itu di RPBSK di jelaskan pula mengenai tata cara mulai dari pemilihan klon sampai penanganan pasca panen karet.

Dengan adanya UPPB menjadi pengawas ditingkat petani guna perbaikan kondisi bokar tsb harus melalui pendekatan kelompok disamping lebih efisien  dan efektif, juga mampu menumbuhkan “semangat kebersamaan petani, dengan tujuan adanya UPPB didesa tersebut untuk:

  • Mengkoordinasikan petani karet  anggota dalam memi-lih & menetapkan jenis, volume dan mutu bokar  yang akan diproduksi dan dipasarkan bersama;
  • Mendampingi petani karet anggota dalam  mengolah lateks menjadi bokar sehingga  bokar yang dihasilkan dapat memenuhi jenis, volume dan mutu yg ditargetkan
  • Mengkoordinasikan petani karet anggota dalam mema-sarkan bokar dan membuat posisi tawar  petani lebih  meningkat  dihadapan pembeli
  • Mengkoordinasikan petani  dalam menggalang kerja-sama usaha  dengan pihak ketiga yang lebih menguntungkan

Ada nya UPPB membuka peluang besar bagi para petani karet bisa melakukan kemitraan dengan pabirkan. Disamping itu, pabrikan dapat memberikan pendidikan yang baik bagi petani untuk menghasilkan BOKAR bersih dengan tidak membeli BOKAR kotor. Namun, karena kapasitas pabrik lebih besar dari BOKAR yang tersedia, pembelian BOKAR dengan semua jenis mutu terpaksa dilakukan pabrikan untukMemenuhi bahan baku produksi. Agar ketersediaan bahan baku dapat terjamin (sesuai kapasitas pabrik), maka setiap pendirian pabrik SIR baru, perlu mendapat rekomendasi pemerintah Provinsi

Untuk menciptakan BOKAR bersih diperlukan komitmen semua pihak. Komitmen ini dibangun dengan dihasilkannya BOKAR bersih dengan mutu yang konsisten oleh petani, didukung dengan transparansi penetapan mutu dan harga oleh pedagang/prosesor.

Related posts

RUMAH POTONG HEWAN RUMINANSIA DAN UNGGAS KABUPATEN BANJAR

admin

PEMASARAN KOPI LOKAL BERDAYA SAING NASIONAL

admin

DISNAKBUN SIAPKAN TIM PENGAWAS DAN PEMERIKSA HEWAN QURBAN

admin