Mencermati kondisi saat ini para pelaku usaha karet di Kabupaten Banjar belum terhubung secara langsung dengan pihak industri untuk memasarkan produk olahan karet. Namun pada tahun-tahun sebelumnya, UPPB Suka Makmur Desa Batubalian Kecamatan Simpang Empat pernah terhubung dengan pabrik Montelo di Sukabumi, namun karena spek yang diminta berupa ADS (Air Dry Sheet) yang sangat tipis, petani tidak mampu memenuhinya karena keterbatasan mesin yang digunakan untuk menghaluskan produk karet jenis ADS. Saat ini petani hanya memiliki satu mesin pembuat ADS.
Selain itu, UPPB Maju Bersama Desa Simpang Tiga Kecamatan Mataraman juga pernah terhubung dengan pabrik di Pulau Jawa. Pabrikan mensyaratkan kuota 20 ton RSS perbulan, namun petani hanya mampu menghasilkan 6 – 7 ton RSS perbulan, seandainya seluruh petani di Kabupaten Banjar bersatu dan mampu memproduksi di UPPB Maju Bersama, maka kuota 20 ton perbulan tersebut mampu terpenuhi.
Petani karet di Aranio memerlukan bantuan alat sadap dan peralatan produksi karet lainnya, namun karena wilayah perkebunan karet di Aranio termasuk kawasan hutan lindung sehingga Dinas Kehutanan Provinsi tidak berani memberikan rekomendasi untuk bantuan APBN kepada kelompok tani diwilayah tersebut.
Oleh karena itu, diperlukan kerjasama forum stakeholder PELD untuk mengupayakan agar terjalin kemitraan dan kerjasama yang saling menguntungkan serta syarat yang tidak terlalu memberatkan petani. (ABD/Ekonomi)