
Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar acara tahunan yaitu Pameran Banjar Exspo 2018 untuk memperingati hari jadi Kabupaten Banjar ke 68 acara yang yang digelar di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, pada acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar KH Khalilurrahman.
Salah satu stand pameran dari berbagai instansi dilingkup Pemkab Banjar yang banyak dikunjungi masyarakat adalah stand Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar yang menampilkan produk unggulan yang di promosikan seperti gula aren, telur herbal dll. Diharapkan dari pameran ini selain dapat mempromosikan hasil dari kerajinan dan produk-produk daerah hasil industri kecil menengah (IKM), dalam meningkatkan mutu produk yang dapat bersaing dipasaran, membantu pengusaha dalam memamerkan hasil produknya.
Ir. Dondit Bekti selaku Kadisnakbun Kab. Banjar berujar bahwa memperkenalkan kesrawan (kesejahteraan hewan) yang penanganan kesehatannya bisa melalui Klinik hewan Kab. Banjar dibawah Bidang Peternakan Kesehatan Hewan didirikan dengan tujuan untuk membantu penanganan dan pengobatan kesehatan masyarakat veteriner sesuai dengan moto “Manusya Mriga Satwa Sewaka” Yaitu Mensejahterakan Masyarakat Melalui Kesehatan Hewan. Dimana dengan kesejahteraan kesehatan hewan diharapkan pula kesejahteraan kesehatan manusia juga terjaga. Terutama untuk melindungi manusia dari penyakit zoonosis, ditambahkan Dondit Selain kesrawan juga dipromosikan tentang penyakit Avian Influenza yang pertama kali dilaporkan terjadi di Indonesia pada bulan Januari 2004. Di Provinsi Kalimantan Selatan penyakit ini juga terjadi pada bulan Januari 2004 di Kabupaten Banjar ditemukan sekitar bulan Desember 2009 sampai dengan bulan Maret 2010. Penyakit Avian Influenza (AI) atau penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan flu burung merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtype H2N1. Virus ini bersifat pathogen terhadap unggas namun apabila terjadi mutasi penyakit ini dapat menular ke manusia atau bersifat zoonosis.
Menurut Edie Roosnandi Noor Kabid Sumberdaya dan Penyuluhan pada Disnakbun Kab. Banjar bahwa Penyakit Flu Burung (Avian Influenza) bisa menyerang hampir semua jenis unggas, yaitu unggas yang telah dibudidayakan (ayam pedaging dan petelur), ayam pembibitan (breeding farm), burung puyuh, itik dan kalkun. Selain itu, bisa juga menyerang berbagai jenis unggas umbaran, seperti burung liar, ayam kampung, entok, itik dan angsa. Itik dan angsa bisa terserang atau berfungsi sebagai pembawa virus flu burung, tetapi sangat jarang menunjukan gejala penyakit tesebut.
Gt M Haris F selaku Kasi Kelembagaan dan Penyuluhan menambahkan bahwa selain penyakit flu burung ada juga penyakit rabies suatu penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus lyssa dari family rhabdoviridae dan mengakibatkan kematian, dapat menyerang semua hewan berdarah panas termasuk manusia. Hewan-hewan yang biasanya dapat menularkan virus ini adalah binatang berdarah panas seperti anjing, kucing, kekelawar dan kera, dengan tanda-tanda tidak lagi mau menurut perintah majikannya, seenang bersembunyi ditempat gelap dan dingin, napsu makan hilang dan suara parau, memakan benda-benda asing seperti kayu, batu, paku dan lain nya, ekornya berada diantara kedua paha, menyerang dan menggigit apa saja yang dijumpai, kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan, biasanya mati dalam dalam 4-5 hari setelah gejala pertama timbul, kejang berlangsung sangat singkat atau tidak terlihat sama sekali, kelumpuhan sangat menonjol pada rabies bentuk ini, biasanya hewan tidak dapat menelan, mulut mengeluarkan air berlebihan (hipersalivasi). Pada manusia stadium pemulaan rabies sulit diketahui, yang perlu diperhatikan adalah adanya riwayat gigitan hewan penular rabies, biasanya didahului dengan sakit kepala, lesu, mual, nafsu makan menurun, gugup dan nyeri pada luka bekas gigitan, ditambahkan Haris pada stadium lebih lanjut adalah kepekaaan terhadap sinar, suara dan dingin meninggi, air liur dan air mata keluar secara berlebihan, kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan.
Menurut drh. Elly Suzana bahwa penyakit yang perlu diwaspadai yang sering menyerang hewan kesayangan kita adalah Panleukopenia, Calicivirus, Clamydia. Meskipun tidak menular kepada manusia tetapi penyakit tersebut tingkat mortalitas (kematian) nya sangat tinggi. Sedangkan yang sering menyerang anjing adalah Distemper/Parvo untuk itu “segera periksakan dan vaksinasilah hewan kesayangan anda agar terhindar dari penyakit diatas”.
Pemeriksaan hewan kesayangan oleh Dokter Hewan di Dinas Peternakan dan Perkebunan meliputi pelayanan konsultasi kesehatan hewan, pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi hewan, pengobatan hewan, pembuatan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) demikian ditambahkan drh. Elly Suzana diakhir cerita (BOY)
