Berita

ALUH-ALUH MABES ITIK KABUPATEN BANJAR

Martapura, Ir. H. Dondit Bekti yang biasa disapa Dondit selaku Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan didampingi Ir. H. Edie Roosnandi Noor yang biasa disapa Nandi selaku Kabid Sumberdaya dan Penyuluhan, menghadiri pertemuan Pembinaan Kelompok Tani Masa Tani dan Penyuluhan Dana Kredit Usaha Rakyat di Desa Balimau Kecamatan Aluh-aluh Kabupaten Banjar yang dihadiri Tokoh Masyarakat, Pembakal Desa Balimau, Babinsa Aluh-aluh, Pengurus dan Anggota Kelompok Tani Masa Tani. Kecamatan Alu-aluh adalah salah satu markas pengembangan unggas itik terbesar kedua ternak unggulan di Kabupaten Banjar setelah ternak besar yaitu sapi potong. Yang lainnya adalah Kecamatan Beruntung Baru, Tatah Makmur, Gambut, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Astambul merupakan markas besarnya itik ujar Dondit, petani peternak selaku pelaku usaha merupakan ahlinya dibidang pemeliharaannya baik itu budidaya maupun pengembangannya, namun perlu sedikit polesan mengenai pembenahan administrasi yang selama ini kurang berjalan dengan baik dan penanggulangan penyakit yang selalu dibimbing secara bersama-sama dengan PPL, Babinsa dan Aparat lainnya yang terkait dilapangan. Menurut Dondit secara medical itik ini tidak begitu membahayakan kalau dibandingkan dengan unggas ayam, kebanyakannya serangan penyakit yang dialami pada itik disebabkan karena perubahan menu pada makanannya yang diawali dengan napsu makan yang kurang baik kemudian mengalami kelumpuhan disertai dengan kematian, sedangkan penyakit yang mematikan lainnya adalah Flu Burung yang pernah menyerang pada ternak itik di Kecamatan Beruntung Baru dan serangan yang terakhir di Kecamatan Sungai Tabuk yang antara lain disebabkan kurangnya sanitasi pada kendang dan kurangnya kualitas pakan yang tersedia. Pencegahan yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan adalah membagi-bagikan disinfektan secara cuma-cuma atau Tim dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar melaksanakan penyemprotan langsung yang dibantu oleh warga / Kelompok Tani Ternak. Dondit juga sangat berharap agar petani tetap menjaga dinamika kelompok, tetap bersemangat dan jika ada permasalahan yang perlu dibahas / pembinaan, PPL dilapangan siap tempur membantu petani peternak itik dengan segala upaya yang bisa dilakukan Bersama-sama.

Menurut Dondit tanpa adanya kolaborasi antara PPL, Babinsa, Pembakal, Tokoh Masyarakat, Petani Peternak dan lainnya, ternak yang dikelola petani peternak tidak ada manfaatnya dan tidak akan bisa berkembang dengan baik tanpa adanya kerjasama semua pihak, yang pada akhrinya Dondit berujar siap mendukung mendampingi petani untuk meningkatkan pengembangan anggota kelompok dikomoditas peternakan serta memajukan dunia peternakan di Kabupaten Banjar.

Nandi juga menambahkan bahwa Kelompok Tani harus baik dalam pengorganisasiannya yang menyangkut antara lain masalah tugas, wewenang, dan tanggung jawab. Dalam pengelolaan ternak itik, diperlukan tenaga yang berpengalaman dan menetap (dalam arti secara rutin menekuni pengelolaan itik secara baik) termasuk dalam pemberian pakan yang tepat waktu, karena itik merupakan ternak yang sangat peka terhadap perubahan (11/10). (Boy) slot88

Related posts

Aksi Nyata Pemkab Banjar Ringankan Beban Warga Terdampak Banjir di Martapura Barat

admin

Distan Gelar Gerakan Tanam Cabai dan Bawang Merah di Desa Takuti Mataraman

admin

Studi Tiru Inspiratif, Dua KWT Pelajari Jurus Jitu Bertani Terong

admin