Artikel

PENYIURAN TARGET BERIKUTNYA SOSIALISASI INOVASI PASAR HPT

Tim sosialisasi dan desiminasi inovasi pasar Hijauan pakan Ternak (HPT) kali ini melaksanakan kegiatan sosialisasi di Desa Penyiuran Kecamatan Pengaron.     Tim yang berangkat  di komandoi Kabid Sumber Daya dan Penyuluhan Ir. H. Edie Roosnandi Noor dan didampingi inovator pasar HPT Muhammad Syahid, SPi, MP selaku Kasie Pengembangan Wilayah Peternakan Disnakbun Kabupaten Banjar.

Desa Penyiuran sendiri merupakan salah satu desa yang populasi ternak sapinya cukup banyak di Kecamatan Pengaron.    Hal ini juga didukung dengan potensi ketersediaan lahan padang pengembalaan yang masih luas dan ketersediaan rumput alam yang banyak serta adanya pengembangan kebun hijauan pakan ternak.

Abdul Muni selaku ketua Kelompok Tani dan sekaligus aparat desa dan seorang ustadz ini mengatakan, kebutuhan hijauan pakan ternak bagi ternak yang dipelihara di Desa Penyiuran selama ini sebagian besar dipenuhi dari rumput-rumput alam yang banyak tumbuh liar di daerah tersebut.      Hanya sebagian kecil saja kebutuhan HPT dipenuhi dari kebun HPT yang dibudidayakan peternak.

Menurut beliau peternak yang membudidayakan hijauan pakan ternak di Kelompok taninya mencapai kurang lebih 5 Ha. Pakan hijauan yang dibudidayakan berupa rumput King Grass, rumput Odot ,  Indigofera dan rumput unggul lokal yang berasal dari Batola.

Di kelompoktani ini di tahun 2018 kemarin juga difasilitasi paket bantuan irigasi perpompaan  untuk pengembangan kebun HPT yang dimiliki.  Ir. H. Dondit Bekti, selaku Kadis Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar, mengatakan Kegiatan irigasi perpompaan merupakan bentuk dukungan dan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk saling bersinergi dalam rangka menciptakan ketersediaan pakan ternak melalui jaringan irigasi, bentuk dukungan yang bersifat swakelola ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan kekurangan air untuk pakan ternak dimusim kemarau, diharapkan pula dengan tersediaanya pakan ternak dapat meningkatkan bobot potong ternak dan nilai tukar perternak.

Dari diskusi dengan Kelompoktani ditemukan permasalahan klasik terkait dengan pemenuhan kebutuhan hijauan pakan ternak bagi ternak yang dipelihara.   Dimana pada musim kemarau ketersediaan hijauan yang bersumber dari alam berkurang dan susah didapatkan.    Dimana untuk mendapatkan pakan HPT yang bersumber dari alam diperlukan tenaga ekstra untuk mencarinya dengan jarak hingga puluhan kilometer di luar desa tersebut.     Dan juga biasanya pada kondisi tersebut diikuti dengan adanya transaksi jual-beli hijauan pakan ternak, meskipun masih dalam skala kecil.

Transaksi hijauan pakan ternak yang berlangsung seperti apa yang disampaikan ketua Kelompoktani, bahwa jual-beli HPT lebih banyak berasal dari rumput-rumput alam.    Dimana satuan transaksi jual-beli ditentukan dengan ukuran 1 (satu) karung zak, dengan harga berkisar Rp 15.000 s/d  Rp. 25.000/zak.   Disampaikan juga pada kondisi ketersediaan HPT susah didapat diikuti pula dengan banyaknya permintaan terutama dari pelaku usaha penggemukan sapi untuk menyediakan kebutuhan HPT nya.

Melihat kondisi dan kenyaatan yang ditemukan di lapangan, terkait pemenuhan pakan hijauan ternak bagi ternak yang dipelihara.    Inovasi pasar Hijauan Pakan Ternak (HPT) dimingkinkan sekali untuk bisa diterapkan di daerah dimaksud.

Sebagiamana yang disampaikan pada kegiatan sosialisasi pasar HPT terdahulu bahwa, Inovasi Pasar HPT ini digagas dan dimunculkan untuk mengatasi kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pakan HPT bagi ternak yang dipelihara.     Dan juga dengan berbagai pertimbangan, antara lain : 1) Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT), baik yang bersumber dari alam atau budidaya belum menjamin memenuhi kebutuhan HPT ternak yang dipelihara; 2) Pada musim-musim tertentu (musim Kemarau) ketersediaan HPT terbatas bahkan cenderung kurang dan sulit mendapatkannya;3) Selama ini di daerah-daerah tertentu sudah ada transaksi jual-beli HPT meskipun dalam skala yang kecil dan sifatnya temporer; 4) Makin banyaknya  usaha penggemukan sapi oleh peternak dan pengusaha, yang makin banyak membutuhkan kebutuhan HPT; dan 5) Dengan adanya pasar HPT ini dapat memenuhi kebutuhan HPT dari ternak yang dipelihara, baik kualitas dan kuantitasnya.

Konsep  dari pasar HPT ini nantinya adalah berupa fasilitasi pengadaan tempat yang dijadikan pasar HPT  dengan dilengkapi sarana pendukungnya berupa timbangan, papan catatan, serta sarana pendukung lainnya.      Sedangkan untuk pengelolaan dari pasar HPT ini diserahkan kepada Kelompok Tani, Gapoktan, Peternak, BUMDES atau siapapun yang mau mengelola dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dan disepakati antara pengelola pasar HPT dengan  Disnakbun Kabupaten Banjar selaku inovator.

Dengan adanya potensi pengembangan kebun HPT yang sudah dilengkapi dengan irigasi perpompaan di lahan kebun HPT.     Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang sangat mendukung untuk pengembangan cikal bakal inovasi pasar Hijauan Pakan Ternak (HPT) di wilayah tersebut.    Karena dengan adanya irigasi perpompaan di lahan kebun HPT,  bisa menjamin ketersediaan hjauan pakan ternak meskipun pada kondisi musim kemarau.   Dan dengan adanya inovasi pasar HPT ini  diharapkan akan memberikan penghasilan tambahan bagi pengelolanya. (rifnadi)

Related posts

PENGEMBANGAN TANAMAN RUMPUT ODOT DI LAHAN HPT DISNAKBUN

admin

PENGEMBANGAN KARET DENGAN MODEL TUMPANGSARI

admin

CARA MEMBUAT KECAP DARI AIR KELAPA

admin