Artikel

PETERNAK ALIMPUNG ARANIO DI BEKALI PELATIHAN PENGOLAHAN PAKAN AYAM KAMPUNG

Bertempat di kawasan perbukitan Alimpung Aranio di laksanakan Pelatihan Pembuatan Pakan Lokal untuk Ternak Ayam Kampung. Kegiatan ini difasilitasi oleh BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Banjarbaru serta didampingi dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar . Pelatihan pembuatan pakan ini merupakan rangkaian kegiatan dari beberapa kali pelatihan yang telah dilaksanakan di lokasi tersebut, dan merupakan rangkaian kegiatan kaji terap Pengembangan Ayam Kampung Unggul Badan Litbangtan (KUB).

Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan para peternak di Desa Tiwingan Lama Kecamatan Aranio yang berjumlah sebanyak 15 orang ditambah dengan perwakilan penyuluh di Kecamatan Aranio slot88.

Waktu pelatihan dilaksanakan Hari Kamis tanggal 03 Oktober 2019 selama 1 (satu) hari,  dimulai dengan penyampaian materi teori pembuatan pakan lokal dan dilanjutkan dengan praktik pengolahan pakan di lokasi tersebut.

Susanto, SST dan Noor Amali dari BPTP Banjarbaru selaku narasumber dan pelaksana dari kegiatan Kaji Terap Pengembangan Ayam KUB di Kecamatan Aranio di moment pelatihan tersebut menyampaikan bahwa pakan atau ransum merupakan hal paling penting dalam usaha peternakan ayam, karena biaya pakan memegang porsi 60 – 70 % dari total biaya produksi.

Harga pakan jadi tiap tahun mengalami kenaikan, akibatnya banyak peternak ayam yang tidak mampu menyediakan pakan jadi untuk ternak yang dipeliharanya.   Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan inovasi agar usaha ternak ayam terus berjalan.    Salah satu alternatifnya adalah dengan cara membuat pakan sendiri.

Kemudian yang perlu diperhatikan dalam penyusunan pakan sendiri, antara lain  : 1) Bahan harus selalu tersedia, mudah didapat dan harganya relatif murah; 2) Harus berkualitas, mengandung gizi yang diperlukan, tidak rusak dan tidak mengandung toksin; 3) Peternak mempunyai kemampuan untuk mengelola dan menyusun pakan dan 4) Pakan harus sesuai dengan jenis, umur dan tujuan beternak;

Banyak inovasi yang dapat dilakukan dalam menyusun formulasi pakan lokal untuk ternak ayam kampung.   Dari berbagai macam formulasi penyusunan pakan lokal, dicontohkan sebagai berikut :

Formulasi pakan lokal ayam muda umur 12 – 16 Minggu, bahan yang digunakan :

  1. BR 2 40 %
  2. Dedak Padi 10%
  3. Limbah Tepung Kentucky 20 %
  4. Kulit Kedelai 20 %
  5. Daun Indigofera 5 %
  6. Kapur 4,7 %
  7. Garam 0,1 %
  8. Vitamin premix 0,1 %
  9. Mineral premix 0,1 %

Formulasi Pakan Lokal ayam Dewasa umur 18 minggu ke atas :

  1. PAR L   50 %
  2. Dedak padi 10 %
  3. Limbah tepung kentucky 20%
  4. Kulit kedelai 10 %
  5. Daun indigofera 5 %
  6. Kapur 4,7 %
  7. Garam 0,1 %
  8. Vitamin premix 0,1 %
  9. Mineral premix 0,1 %

Cara pencampuran bahan-baha  pakan yang telah ditentukan, bahan pakan yang tersedia,seperti  Limbah tepung kentucky, dedak padi, kulit kedelai, daun Indigofera, dan Par L atau BR 2 diaduk jadi satu kemudian diberi air bersih secukupnya.    Setelah itu ditambahkan kapur, garam, vitamin dan mineral kemudian diaduk lagi sampai benar-benar rata.   Dan pakan yang sudah tercampur rata siap diberikan pada ayam kampung yang dipelihara.

Di kesempatan tersebut juga diserahkan tambahan paket bantuan pengembangan ayam KUB dari  BPTP Banjarbaru kepada peternak peserta pelatihan.   Paket bantuan yang diberikan berupa bibit sebanyak 70 ekor, pakan, dan obat-obatan.     Bantuan yang diberikan ini merupakan kelanjutan paket bantuan terdahulu yang sudah diserahkan sebanyak 50 ekor bibit ayam dari kegiatan kaji terap yang dilaksanakan BPTP di  lokasi tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar, H. Dondit Bekti sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi dari kegiatan yang dipelopori BPTP Provinsi Kalimantan Selatan ini.    Beliau berujar bahwa ilmu yang didapatkan dari kegiatan pelatihan ini agar dapat di terapkan dan diaplikasikan dalam mengatasi kendala pemenuhan kebutuhan pakan dari ternak ayam yang dipelihara.     Sedangkan paket bantuan yang diberikan agar bisa dikembangkan dan diharapkan nantinya bisa dijadikan cikal bakal pembibitan ayam KUB di daerah sekitar Kecamatan Aranio.

Senada apa yang disampaikan Kepala Dinas, Ir. H Edie Roosnandi Noor selaku Kabid Penyuluhan dan Sumber Daya di Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar ini berharap agar pengembangan ayam KUB perlu digalakkan ditingkat peternak dan kelompoktani ternak.   Karena ayam KUB ini mempunyai beberapa kelebihan dan keunggulan dibandingkan dengan ayam kampung lokal yang selama ini dipelihara peternak.

Beberapa keunggulan yang dimiliki dari ayam KUB ini antara lain : 1) Dapat dipanen pada umur 70-90 hari. Waktu panen tersebut lebih cepat dibandingkan dengan ayam kampung biasa yang baru dapat dipanen pada umur 5 bulan; 2) Mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa; 3) Masa bertelur lebih cepat dibanding ayam kampung biasa; 4) Mempunyai naluri mengeram yang lebih rendah sehingga dapat memaksimalkan masa bertelur; 5) Produktivitas telur sekitar 130 – 160 butir/ ekor/ tahun; dan 6) Umur pertama kali bertelur lebih awal yaitu pada umur 20 – 22 minggu. (rifnadi)

Related posts

TAHAPAN PENGOLAHAN RIBBED SMOKED SHEETS (RSS)

admin

DESA CINTAPURI MENGAMBIL PERAN DALAM MENYUMBANG PRODUK PANGAN HEWANI MELALUI TELUR AYAM RAS

admin

KAWANKU BUNGAS- Klinik HewanKU Baik, Unggul dan Berkualitas

admin