Artikel

PENGOLAHAN HASIL BOKAR

Oleh :
Haizar Rachman
Koordinator Penyuluh Perkebunan
Dinas Peternakan dan Perkebunan 
Kabupaten Banjar


Kompetensi dasar

Selesai mengikuti pembelajaran peserta dapat melakukan pengolahan hasil slot88 bokar dengan benar.

Indikator keberhasilan

Selesai mengikuti pembelajaran peserta dapat :

  1. Mengumpulkan lateks dengan benar.
  2. Membuat sit angin dengan benar
  3. Membuat slab tipis dengan benar
  4. Mengumpulkan lumb mangkok dengan benar

Bahan olah karet adalah latek kebun dan gumpalan latek kebun yang diperoleh dari pohon karet yang diusahakan oleh petani perkebunan

Menurut pengolahannya, bahan olah karet dibedakan atas 4 jenis.

  1. Latek kebun.
  2. Sit angin
  3. Slab tipis
  4. Lump segar

Penyadapan karet

  1. Latek kebun

Syarat mutu latek kebun

  1. Latek kebun merupakam getah pohon yang keluar dari bidang sadap dan belum mengalami penggumpalan.
  2. Dilakukan penyaringan dengan saringan 40 mesh.
  3. Tidak boleh dicampur dengan air, bubur latek atau serum latek.
  4. Tidak boleh dimasuki dengan benda lain seperti daun, kayu atau kotoran lainnnaya.
  5. Tidak terlihat nyata adanya kotoran.
  6. Sesegera mungkin dilakukan pengolahan lanjutan.
  7. Berwarna putih dan segar.

Mencegah terjadinya prakoagulasi

  1. Kultur teknik pertanaman harus baik.
  2. Alat penyadapan dan pengangkutan harus bersih dan tahan karat.
  3. Latek tidak boleh kena sinar matahari
  4. Latek segera diangkut ke tempat pengolahan
  5. Mencegah pengenceran latek dengan air kotor
  6. Memulai penyadapan pada pagi hari sebelum matahari terbit
  1. Apabila cara diatas tidak bisa dapat menggunakan anti kougulan seperti amonia, Natrium sulfit.

Amonia dalam bentuk larutan amonia 2,5 %, dengan dosis 5 – 10 cc/l latek.

Pengumpulan latek hasil sadapan

  1. Pengumpulan latek dimulai dari barisan pohon yang pertama disadap.
  2. Latek pada mangkok dituangkan ke ember pengumpul.
  3. Mangkok diletakkan kembali pada tempat semula untuk menampung latek yang masih menetes.
  4. Mangkok dibersihkan sebelum penyadapan berikutnya.
  • Karet hidrokarbon
  • Protein dan senyawanya = 2,0 %
– Lipida = 1,0 %
– Karbohidrat = 1,5 %
– Garam organik = 9,5 5
-Air = 58,0 %

 

Tujuan penentuan KKK.

  1. Untuk menentukan mutu bahan olah karet
  2. Untuk mengatahui tingkat produksi
  3. Untuk menentukan premi penyadapan
  4. Sebagai dasar dalam pengenceran latek jika akan diproses lebih lanjut

FAKTOR YANG MEMPENAGRUHI KKK

  1. Musim

Musim hujan KKK turun,  Musim gugur KKK turun

  1. Kesuburan Tanah
  2. Tindakan penyadapan
  3. Penggunaan stimulan/perangsang latek
  • Ambil 100 cc latek.
  • Dibekukan dengan asam semut 1 – 2 %

Menentukan KKK latek 

Contoh :

  • Ambil koagulan dan digiling menjadi lembaran, dan ditimbang misal berat 40 gram
  • Faktor pengeringnya 75 %
  • Berat keringnya 75/100 x 40 gram = 30 gram
  • Maka KKK latek 30/100 x 100 % = 30 %

Menentukan KKK sheet angin

  1. Tiap tumpukan maksimal 1 ton diambil minimal 5 lembar secara acak.
  2. Setiap contoh diambil bagian tengah, ujung dengan berat 0,5 kg (wt)
  3. Digiling sampai tipis 2 mm dan ditimbang (w).
  4. Potongan diambil sebanyak 2 potongan terus ditimbang ( C1 + C2)
Perhitungan KKK adalah :Rumus KKK = (d1 + d2)  x ½ x  w x 100 %

            (c1 + c2)          wt

  1. Pembuatan sit angin

Sit angin erupa lembaran – lembaran karet dengan ketebalan 2 – 4 mm

Prinsip pembuatan sit angin

Mengubah latek segar menjadi lembaranlembaran melalui proses penyaringan, pengenceran, pembekuan, pemipihan, dan pengepresan

  1. Latek disaring dengan saringan 20 mesh.
  2. Kalau jalannya penyaringan tidak lancar tidak boleh latek dalam saringan diaduk atau diketuk-ketuk karena kotoran atau bekuan masuk
  3. Saringan mampat diangkat dan diganti saringan baru, saringan lama langsung dicuci.

Yaitu menurunkan kadar karet kering (KKK) kebun menjadi kadar karet baku untuk pembuatan sit angin tipis kira-kira 15 – 20 %.

Pengenceran latek

Tujuan pengenceran

  1. Untuk melunakkan bekuan
  2. Memudahkan menghilangkan gelembunggelembung udara yang ada di latek
  3. Memudahkan meratakan koagulum

AT     = Jumlah air yang harus ditambahkan

KKK = Kadar karet kering

Ke = Kadar karet kering yang dianjurkan N   = Volume latek yang diencerkan

  • Latek yang sudah diencerkan dicampurkan dengan asam semut 5 % sebanyak 20 – 30 ml/L  dengan diaduk secara hati-hati.
  • Buih yang ada dan terjadi dibuang dengan mendorong keluar dari bak.
  • Campuran latek yang telah bersih didiamkan beberapa saat agar dapat membeku, biasanya dibiarkan 1 jam
  • Yang sudah membeku dituangkan diatas alas yang bersih

Pembekuan

Memipihkan bekuan

  • Bekuan atau koagulum dipipihkan dengan cara ditekan-tekan dengan tangan
  • Pemipihan dapat dilakukan dengan kayu yang dibuat bulatan.
  • Pemipihan dilakukan diatas meja atau lantai yang datar

Pemipihan

  • Bekuan latek yang telah ditipiskan digiling dengan gilingan polos sebanyak 4 kali dan gilingan kembang sebanyak 1 kali.
  • Gilingan kembang 1 kali dengan jarak 1 plat atau 1,5 mm yang akan menghasilkan sit setebal 3 mm.

Penggilingan

Mengeringkan sit angin

  • Digantung dan diangin – anginkan untuk meniriskan air yang tersisa sehabis dicuci.
  • Lamanya pengeringan selama 6 hari tanpa kena sinar matahari langsung.
  • Sit yang telah kering disimpan ditempat yang teduh dan kelembaban rendah.
  • Mempunyai peredaran udara yang baik dan lancar.

Penyimpanan

Lembaran karet yang telah kering disimpan diatas para – para kayu yang letaknya + 10 cm dari lantai di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang cukup baik untuk mencegah kelembaban udara

Baku mutu sit angin

1.Bahan  penggumpal yang    digunakan asam semut atau   bahan penggumpal lain yang direkomendasikan;

2.Ketebalan lembaran sit untuk :

  • Mutu I :  tebal 3 mm,
  • Mutu II : 5 mm dan
  • Mutu III : 10 mm;

3.Tidak terdapat kontaminan

  1. PEMBUATAN SLAB TIPIS

Slab Tipis yaitu hasil mengumpulkan lateks dengan asam semut yang ketika masih lembek dipisah-pisah hingga memiliki ketebalan maksimal 3 mm
Prinsip pembuatan slab tipis mengubah latek segar menjadi lembaran-lembaran melalui proses penyaringan, pengenceran, pembekuan, pemipihan, dan pengepresan

  • Latek disaring dengan saringan 20 mesh.
  • Kalau jalannya penyaringan tidak lancar tidak boleh latek dalam saringan diaduk atau diketuk-ketuk karena kotoran atau bekuan masuk
  • Saringan mampat diangkat dan diganti saringan baru, saringan lama langsung dicuci.

Pengenceran latek

Yaitu menurunkan kadar karet kering yang ada didalam latek menjadi kadar karet baku untuk pembuatan slab tipis kira-kira 15 – 20 %, maksud pengenceran :

  1. Untuk melunakkan bekuan
  2. Memudahkan menghilangkangelembunggelembung udara yang ada di latek
  3. Memudahkan meratakan koagulum.

AE = Jumlah air yang harus ditambahkan

KKK = Kadar karet kering

Ke = Kadar karet kering yang dianjurkan N   = Volume latek yang diencerkan

  • Latek yang sudah diencerkan dicampurkan denga asam semut 5 % sebanyak 20 – 30 cc /L dengan diaduk secara hati-hati.
  • Buih yang ada dan terjadi dibuang dengan mendorong keluar dari bak.
  • Campuran latek yang telah bersih didiamkan beberapa saat agar dapat membeku, biasanya dibiarkan 1 jam
  • Yang sudah membeku dituangkan diatas alas yang bersih

Memipihkan bekuan

  • Bekuan atau koagulum dipipihkan dengan cara ditekan-tekan dengan tangan
  • Pemipihan dapat dilakukan dengan kayu yang dibuat bulatan.
  • Pemipihan dilakukan diatas meja atau lantai yang datar
  • Pengepresan dilakukan dengan alat pengepres untuk mendapatkan mutu

standar slab tipis

Baku mutu slab

1.Bahan  dasar diperoleh dari gumpalan lump  mangkok dan atau gumpalan buatan dengan bahan penggumpalan asam semut.

2.Gumpalan digiling atau dikempa untuk mengeluarkan air/serumnya.

  1. Ketebalan slab :
  • mutu I paling tebal 50 mm, – mutu II 100 mm
  • mutu III 150 mm.

4.Tidak mengandung kontaminan.

5.Selama penyimpanan tidak direndam dalam air atau terkena sinar matahari langsung

Faktor-faktor yang menurunkan mutu slab tipis

.  Penambahan bahan- bahan lain

  • Merendam dalam air
  • Menjemur langsung pada terik matahari
  • Tindakan pengolahan yang tidak beraturan ukurannya.
  • Bukan menggunakan asam semut sebagai bahan pembeku, misalnya dengan tawas, asam sulfat, gadung
  1. LUM MANGKOK

Lum mangkok adalah latek yang membeku di mangkok penampungan latek setelah pengutipan

Hal yang diperhatikan pada penanganan skrep dan lum mangkok

  1. Kebersihan bahan dijaga agar tidak tercampur dengan kulit kayu, tatal, tanah, dan kotoran lainnya.
  2. Pengutipan dilakukan setiap hari.
  3. Tempat pengumpulan skrep dan lum mangkok harus dikumpulkan ditempat yang bersih, kering dan teduh.
  4. Pengangkutan koagulum dilakukan setiap hari dariTPH ke pabrik.

Memperoleh lump sesuai baku mutu

  1. Lump mangkok dipipihkan dengan tangan atau menggunakan   pemukul kayu di atas alas yang bersih hingga menjadi pipih.
  2. Gumpalan  pipih  selanjutnya  digiling  dengan  gilingan  tangan  (hand mangel) polos atau menggunakan kempa khusus hingga tipis.

BAKU MUTU LAMP

  1. Tidak Mengandung Kontaminan
  2. Gumpalan tipis yang dihasilkan ditiriskan dan dianginkan di atas rak selama 1-2 minggu dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung
  3. Ketebalan lump  :
  • mutu I : < 50 mm,
  • mutu II : 100 mm
  • mutu III : 150 mm.

4.Selama penyimpanan tidak direndam dalam air atau terkena sinar matahari langsung.

Related posts

RAPAT PERCEPATAN KEGIATAN PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT (PSR) DI DINAS PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN KAB. BANJAR

admin

DISNAKBUN MENGIKUTI KEGIATAN PENGARAHAN PEMBERKASAN PSR TAHUN 2021

admin

SOSIALISASI BANSOS PUPUK NPK DI PENGARON KABUPATEN BANJAR

admin