Artikel

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

 oleh :Haizar Rachman . SP.MP
 Koordinator Penyuluh  Perkebunan      
 Pada Dinas Peternakan dan
 Perkebunan  Kabupaten  Banjar.

 

 

  1. 2019 Apa yang telah dilakukan sektor pertanian sub sector peternakan dan sub sector perkebunan dalam meningkatkan sumber daya manusia dan menghadapi bonus demografi indonesia tahun 2020-2030 ?
  2. Dan strategi yang harus dilakukan dalam usaha tsb di atas, baik menghadapi bonus demografi atau MEA

Pertanian sebagai salah satu sektor terbesar dan berperan sangat dominan dalam membangun nasional merupakan sektor yang secara absolute sampai saat ini masih tetap dan akan terus berperan penting sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan ekonomi nasional. Pelaksanaan pembangunan pertanian ini akan berhasil jika semua sumberdaya manusia dalam hal ini tidak hanya pria, tetapi juga perempuan, dari seluruh penduduk perempuan Indonesia yang tinggal dipedesaan dan lebih dari setengahnya memperoleh nafkah hidup dari sektor pertanian. Potensi pertanian yang besar namun, sebagian besar dari petani banyak yang termasuk golongan miskin adalah sangat ironis terjadi di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi sektor pertanian keseluruhan. Disisi lain adanya peningkatan investasi dalam pertanian yang dilakukan oleh investor PMA dan PMDN yang berorientasi pada pasar ekspor umumnya padat modal dan perananya kecil dalam penyerapan tenaga kerja atau lebih banyak menciptakan buruh tani.

Berdasarkan latar belakang tersebut ditambah dengan kenyataan justru kuatnya aksesibilitas pada investor asing /swasta besar dibandingkan dengan petani kecil dalam pemanfaatan sumberdaya pertanian di Indonesia, maka dipandang perlu adanya grand strategy pembangunan pertanian melalui pemberdayaan petani kecil. Melalui konsepsi tersebut, maka diharapkan mampu menumbuhkan sektor pertanian, sehingga pada gilirannya mampu menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam hal pencapaian sasaran :

(1) mensejahterkan petani,

(2) menyediakan pangan,

(3) sebagai wahana pemerataan pembangunan untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antar masyarakat maupun kesenjangan antar wilayah,

(4) merupakan pasar input bagi pengembangan agroindustri,

(5) menghasilkan devisa,

(6) menyediakan lapangan pekerjaan,

(7) peningkatan pendapatan nasional, dan

(8) tetap mempertahankan kelestarian sumberdaya.

Pemerintah memang telah bekerja keras untuk membangun sektor pertanian. Berbagai pendekatan pembangunan sektor pertanian telah dicoba seperti pembangunan pertanian terpadu, pembangunan pertanian berwawasan lingkungan, dan pembangunan pertanian berwawasan agroindustri upaya pendekatan pembangunan pertanian pada dasarnya berupaya untuk:

  1. Tetap menjaga dan memperhatikan prinsip keunggulan komparatif sehingga produk pertanian mampu berkompetisi.
  2. Terus meningkatkan keterampilan petani (masyarakat tani) sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
  3. Terus mengupayakan sarana produksi yang mencukupi setiap saat diperlukan dengan tingkat harga yang terjangkau.
  4. Menyediakan dan meningkatkan fasilitas kredit bagi petani guna proses produksinya.
  5. Penyediaan infrastruktur dan institusi/kelembagaan yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian.

Permintaan terhadap produk pertanian terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk dan peningkatan kesejahteraannya, sementara dari sisi penyediaannya (supply) dihadapkan kelangkaan sumberdaya lahan dan air. Meningkatnya penduduk dan sektor di luar pertanian telah meningkatkan permintaan akan lahan dan air yang berakibat terjadinya konversi lahan pertanian produktif dan degradasi sumberdaya lahan dan air.

Pada bagian usaha pertanian sebagian besar dilakukan oleh petani gurem yang mempunyai skala pengusahaan yang sangat kecil. Kondisi ini menyulitkan upaya peningkatan efisiensi usaha agribisnis. Keberhasilan pembangunan pertanian juga dihadapkan kepada kendala masih besarnya ketergantungan terhadap iklim. mengemukakan delapan aspek yang perlu diantisipasi pada era global sekarang ini dan masa mendatang khususnya dalam bidang pertanian, yaitu:

  1. Pentingnya penguasaan teknologi dan informasi.

Aspek ini berjalan begitu cepat dan pengaruhnya dapat dilihat di berbagai segi kehidupan. Oleh karena itu, sektor pertanian perlu dibangun dengan memanfaatkan teknologi (dan informasi) guna menuju pertanian modern. Berhubung pertanian Indonesia sifatnya adalah dual yang diciptakan oleh Belanda di jaman kolonialisme dahulu maka pertanian di Indonesia bisa dicirikan menjadi pertanian skala besar (modern) seperti perkebunan dan pertanian skala kecil yang dicirikan oleh pertanian konvensional atau pertanian rakyat.

  1. Meningkatnya jumlah key players di sektor pertanian.

Hal ini mengakibatkan sektor pertanian bukan menjadi sektor yang ditangani oleh Departemen Pertanian tetapi oleh banyak Departemen, seperti Departemen Perdagangan, Pekerjaan Umum, Perhubungan, dan Keuangan. Disini diperlukan koordinasi yang baik di antara lembaga tersebut. Di tingkat bawah juga demikian. Urusan pertanian bukan hanya menjadi urusan petani saja tetapi juga memerlukan partisipasi pedagang, Pemerintah Daerah, instansi yang menyalurkan sarana produksi, yang mengatur irigasi, yang membeli produk pertanian. Dengan makin majunya teknologi dan informasi dan makin modernnya sektor pertanian maka dinamika koordinasi/kerjasama antar lembaga dan produsen menjadi faktor kritis.

  1. Meningkatnya perubahan preferensi konsumen pada produk-produk pertanian.

Perubahaan preferensi konsumen perlu diantisipasi secara cepat. Dahulu, Konsumen dahulu menyenangi buah-buahan yang manis, kini mereka menyukai buah-buahan yang kurang manis. Contoh lain, konsumen di dalam negeri yang berpendapatan relatif tinggi cenderung mengkonsumsi buah-buahan impor.

  1. Perubahan harga yang cepat karena munculnya key players baru di perdaganganproduk-produk pertanian.Kini banyak negara yang dahulu kurang tertarik mengembangkan sektor pertanian mulai melirik sektor pertanian untuk meningkatkan product domestic bruto (PDB) nya. Misalnya, Vietnam dan China kini, menjadi menjadi aktor perdagangan produk pertanian yang berkembang pesat di Asia. Vietnam menjadi negara pengekspor beras dan ikan, China negara pengekspor the, Australia memproduksi dan mengekspor produk merupakan pertanian tropis seperti mangga, dan nanas.
  2. Meningkatnya kesadaran kesehatan menyebabkan perubahan kualitas produk pertanian.Dengan semakin sadarnya konsumen akan aspek kesehatan maka produk pertanian harus bisa mengantisipasi dan menyesuaikan dengan perubahan preferensi konsumen ini. Karena faktor kesehatan ini maka produk pertanian yang bebas pestisida kini banyak diminati konsumen walaupun harganya relatif mahal.
  3. Perubahan iklim yang kini mulai sulit diprediksi.
  4. Pembiayaan usahatani yang sudah terlanjur mahal karena ekonomi biaya tinggi.
  5. Menyempitnya lahan pertanian, Di Indonesia, lahan pertanian semakin lama semakin sempit. Oleh karena itu pemerintah membuat program pencetakan sawah dan membuka lahan pertanian baru. Walaupun demikian, karena jumlah penduduk yang berjalan melebihi kecepatan pembukaan lahan pertanian baru maka tetap saja luas lahan pertanian menjadi sempit.

Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak.Mulai dari sekarang,kita sebagai generasi muda bangsa yang merupakan penggerak utama harus dapat menanamkan dan melatih sikap siap dalam menghadapi bonus demografi mendatang.Indonesia harus memanfaatkan peluang emas yang ada di depan ini dan jangan di sia-sia kan. Sosok perempuan yang diharapkan saat ini adalah sosok yang mampu membuat  atau menciptakan keluarga yang progresif dan militant dalam arti penuh daya juang, yaitu melalui :

  • memperkokoh kehidupan beragama dan beriman terutama lewat pendidikan keluarga
  • mengembleng elang perjuangan yang tangguh untuk mengantisipasi segala macam tantangan dan kejutan dimasa-masa mendatang
  • tidak meningkari atau melanggar kodrat kewanitaan selaku perempuan, supaya tidak dilecehkan oleh kaum pria dan orang luar.
  • Meningkatkan profesionalisme dengan jalan terus menerus belajar, menambah pengetahuan, pengalaman dan kemahiran teknis dan manajemen social,
  • Menjadikan anak jaman atau Kartini morern dengan adabtabilitas ilmiah dan teknis yang tinggi untuk menghadapi tantangan era globalisasi, kapitalisme modern dan komersialisasi yang sudah mulai terasa saat ini, serta
  • Menyusun strategi organisasional modern, dengan jalan membentuk organisasi perempuan yang kokoh, solid, terintegrasi untuk memperjuangkan hak-hak wanita dalam persamaan untuk berkembang dab maju dalam segala bidang termasuk dibidang pertanian.Pentingnya peranan perempuan dalam pembentukan keluarga sakinah, keluarga yang memiliki kondisi kebahagian dan kesejahteraan yang berkeseimbangan lahiriah, bathiniah dan social. Pernyataan tentang perempuan ini adalah wujud pengakuan dan kepercayaan masyarakat terhadap potensi, kemampuan dan kiprah peran perempuan.

Strategi untuk pembangunan sektor pertanian saat ini di Indonesia yang pertama adalah dengan;

  • Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia petani. Cara untuk meningkatkannya adalah dengan melalui penyuluhan dan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia petani dengan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan pertanian. Dengan beberapa cara tersebut, petani dapat memperoleh pengetahuan teknologi dan informasi pertanian yang dapat dikuasai oleh petani.
  • Menerapkan inovasi teknologi budidaya pertanian dengan cara memanfaatkan lahan non produktif sehingga lahan tersebut dapat dijadikan lahan produktif pertanian.
  • Menguatkan peran lembaga ekonomi di bidang pertanian dengan melalui peningkatan modal usaha tani seperti misalnya Koperasi Pertanian.
  • Dengan meningkatkan kerjasama dan pemanfaatan serta perluasan kredit pertanian melalui lemabaga keuangan mikro di daerah pedesaan.
  • Memperhatikan pembangunan dan pengembangan infrastruktur pertanian seperti air, lahan, jalan desa, infrastruktur perbenihan dan perluasan areal panen.
  • Menyediakan bantuan bibit atau benih kepada para petani dan pemberdayaan kelembagaan perbibitan atau perbenihan.
  • Mengembangkan pertanian yang terpadu dengan tetap memperhatikan lingkungan hidup
  • Mengembangkan sistem cadangan pangan serta memberdayakan pangan lokal dan mutu dan juga keamanan panagan.

Itulah strategi dalam pembangunan sektor pertanian saat ini di Indonesia. Dengan bantuan dari BKPM tentunya setiap investasi yang masuk kedalam bidang pertanian akan dirumuskan dengan baik sehingga pembangunan disektor pertanian akan semakin baik dengan rumusan kebijakan tersebut.

Indonesia merupakan bagian dari ASEAN yang saat ini sedang mempersiapkan integrasi di antara komunitas ASEAN tidak hanya di sektor sosial budaya tetapi juga ekonomi bahkan bisa politik, seperti yang terjadi pada Uni Eropa. Tahun 2015 ASEAN membuat terobosan dalam melakukan integrasi ekonomi yang dilakukan dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN alias MEA.

MEA adalah sebuah integrasi ekonomi di mana nantinya perdagangan barang jasa dan pengadaan sumber daya antar negara ASEAN semakin bebas. Ini karena nantinya hambatan-hambatan dalam perdagangan dan pengadaan ini akan dihilangkan atau dikurangi seminimal mungkin. Dengan ini arus barang, jasa, dan manusia akan semakin deras di mana nantinya akan semakin banyak produk asing dan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia dan sebaliknya. Berikut adalah empat cara sukses menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN:

  1. Mental dan mindset untuk bersaing

Konsumen akan membeli produk yang lebih menguntungkan bagi mereka. Selain itu, sebagian besar konsumen juga tidak peduli produk tersebut buatan dalam negeri atau barang import selama lebih murah dan kualitasnya bagus. Oleh karena itu, Anda tidak bisa mengharapkan konsumen berduyun-duyun membeli produk Anda jika tidak ada kelebihan dibandingkan produk lain. Untuk itu hal pertama yang mesti Anda lakukan adalah mengubah cara pandang dan mental yang mantap untuk menghadapi MEA. Contoh pebisnis dengan mental yang setengah-setengah adalah mereka yang hanya bisa menyalahkan pemerintah dan kebijakan yang membuat barang impor masuk semakin banyak.

  1. Pikiran yang terbuka

Cara yang kedua adalah memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan asing, misalnya dalam hal kemampuan komunikasi dan bahasa asing. Nantinya Anda akan berinteraksi dengan orang asing baik itu supplier atau konsumen yang tentunya memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. Untuk memudahkan berkomunikasi, tentunya sebagai pebisnis Anda harus memliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai. Latar belakang budaya yang berbeda juga bisa mempengaruhi perilaku pasar. Menentukan strategi marketing untuk pasar Indonesia pastinya berbeda dengan strategi untuk menarik konsumen asing.

  1. Memperluas jaringan bisnis

ASEAN terdiri dari 10 negara dengan ekonomi yang cukup stabil. Itu artinya potensi pasar Anda bertambah juga jadi 10 negara. Anda tidak bisa hanya mengandalkan jaringan yang Anda miliki sekarang. Perluaslah jaringan dengan pebisnis di negara lain misalnya dengan ikatan kolaborasi atau partnership. Kerjasama yang saling menguntungkan pasti akan membuat bisnis Anda semakin maju dan tidak hanya main di kandang saja. Dengan begitu MEA tidaklah menjadi hambatan bagi bisnis Anda melainkan menjadi peluang yang membuka kesempatan lebih besar untuk memajukan bisnis terutama atas nama Indonesia.

  1. Meningkatkan sumber daya manusia

Sumber daya manusia yang lebih berkualitas adalah sangat penting karena sumber daya manusia yang akan mengelola dan mengolah bahan menjadi sebuah produk yang bisa dijual. Ada banyak cara Anda untuk bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Misalnya, Anda bisa mencari pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas mengenai MEA dan strategi di seminar-seminar dan workshop. Anda bisa juga mencari tenaga kerja yang paham dan ahli mengenai bisnis dan berorientasi modern dan internasional. Berbagai cara sukses menghadapi MEA yang telah disebutkan tidak akan efektif jika sumber daya manusianya masih belum berkembang.

Pertarungan produk pertanian melalui pasar tunggal ASEAN sudah dan sedang berlangsung sejak akhir  2015. Semua negara anggota ASEAN semakin menginginkan terwujudnya kelompok masyarakat politik-kemanan, ekonomi dan sosio kultural budaya yang terintegrasi dan memengaruhi kehidupan seluruh masyarakat di kawasan Asia Tenggara melalui terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Pasar tunggal dan basis prosuksi ini memiliki 5 elemen utama, yaitu pergerakan barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan aliran modal yang bebas dengan 2 komponen penting yaitu (1) sektor sektor untuk prioritas integrasi dan (2) komponen pangan, pertanian dan kehutanan.

Kehadiran MEA memberikan tantangan bagi Indonesia sekaligus peluang untuk mengembangkan produk produk dalam negeri untuk bersaing di pasar ASEAN.  daya saing produk pertanian menjadi salah satu penekanan penting dalam menghadapi serbuan berbagai produk sejenis. Salah satu target utama pembangunan sektor pertanian adalah meningkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspor untuk menghadapi pasar global.

Permasalahan Indonesia

Berbicara aspek daya saing secara umum daya saing produk produk pertanian Indonesia khususnya komoditas hortikultura masih jauh tertinggal dibandingkan negara produsen/eksportir produk holtikultura lainnya. Kualitas, potensi dan kelemahan produk pertanian startegis yang telah teridentifikasi pun tidak selalu dapat dimonitor di tengah upaya peningkatan produksi dan produktivitasnya. Sementara salah satu tuntutan pasar tunggal ASEAn adalah terbentuknya standar mutu dan inilah yang sangat serius dihadapi Indonesia. Semakin bersaing dan emiliki standar mutu yang baik, maka nilai tambah dan permintaan masyarakat ASEAN akan semakin besar.

Sementara kondisi daya saing, infrastruktur pertanian dan kelembagaan pendukung dalam rangka menyiapkan sektor pertanian menghadapi MEA juga masih mengalami kendala atau belum optimal keberadaanya terutama infrastruktur hulu (jalan/transportasi, irigasi, kelembagaan petani dan stabilitas input input produksi) dan infrastruktur hilir (kebijakan harga dan pengusaan pasar).

Persaingan Komoditas

Komoditas pertanian strategis yang dinilai mampu bersing di pasar regional/pasar tunggal ASEAN adalah (1) komoditas hortikultura manggis, salak, mangga, melon dan jeruk (buah buahan) serta buncis, kubis dan kentang (sayuran).

Pada tingkat budidaya (produksi) petani/kelompok tani, usaha pertanian masih mengahadapi berbagai ancaman dan kelemahan nternal yang sangat tidak menguntungkan, permasalahan tersebut adalah (1) ketersediaan benih unggul, (2) pengembangan kelembagaan pertanian, termasuk penyelenggaraanya, sarana dan pembiayaan maupun lembaga penyuluhanya, (3) penyediaan dan panyaluran pupuk bersubsidi, (4) fasilitas pengembangan alsintan, (5) gangguan bencana dan adanya organisme pengganggu tumbuhan, dan (6) kurangnya pengembangan pelayanan informasi pasar.

Kebijakan Menghadapi MEA

Produk pertanian hasus memiliki daya saing yang tinggi di pasar ASEAN dan global. Oleh karena itu pemerintah harus segera membenahi industri berbasis pertanian lokal secara terencana, konsisten dan berkesinambungan. Kebijakan yang perlu ditempuh yaitu Indonesia harus mampu meningkatkan daya saing produk produk pertanian strategis untuk menguasai pasar domestik dan sekaligus mampu menembus pasar ASEAN dan Global.

Persiapan sektor pertanian Indonesia harus dilakukan secara terus menerus, dengan orientasi makin tinggi terhadap penguasaan pasar komoditas/produk strategis pertanian. Beberapa aspek yang harus dipersiapkan sektor pertanian adalah (1) perbaikan sistem agribisnis dengan kegiatan pengolahan untuk meningkatkan daya saing produk, (2) instrumen kebijakan yang didasarkan atas harmonisasi, singkronisasi dan konsisten, (3) ketersediaan infrastruktur pertanian (produksi, pengolahan dan pemasaran), dan (4) penguatan kelembagaan ekonomi yang membuka peluang pasar produk pertanian strategis.

Menurut saya hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah jika ingin mendapatkan kemanfaatan dan keuntungan besar dalam menghadapi pasar tunggal ASEAN. Tentu ditengah tengah berbagai persoalan sektor pertanian dan sektor lainya dan meinimnya kapasitas fiskal yang dimiliki negara, melalui kebijakan fiskal dan moneter yang koordinatif harus memapu memecahkan masalah tersebut dengan baik dan sistematis.

Tentu paradigma dan penanganan sektor pertanian harus dirubah ditengah tengah menghadapi dan akan bertempur dengan berbagai negara dalam memperebutkan keuntungan pasar. Permasalahan hulu pertanian harus terus diperbaiki secara cepat dan benar demikian halnya permasalahan hilir. Tentu ini tidak pekerjaan mudah dan cepat dilakukan, namun mau tidak mau harus ditempuh oleh seluruh komponen terutama pemerintah jika tidak, maka keuntungan dan kesempatan besar pasar tunggal tersebut akan dinikmati negera negara lainya dan Indonesia tidak menuntut kemungkinan akan mendapatkan keuntungan dan peluang minim dalam pertempuran pasar.

Related posts

PROGRAMA PENYULUHAN TINGKAT KECAMATAN TAHUN 2020

admin

PELUANG BISNIS BUDIDAYA LOVEBIRD DI KAB. BANJAR CUKUP MENJANJIKAN

admin

DISNAKBUN LAKUKAN VAKSINASI BIBIT TERNAK ITIK DI KELOMPOK TANI HALATUNG KEC. ASTAMBUL

admin